awalnya gue emang gak percaya tentang semua cerita dari teman gue ini. sekedar untuk menghormati karna memberikan gue informasi tentang si 'paket hemat', yaaa gue berusaha menjadi pendengar. sampai akhirnya gue nanya langsung ke orang itu tentang rumor yang udah heboh sampai ke cabang tempat terapi nyokap yang lain. semua orang seakan-akan ikut campur dengan hubungan gue dan 'paket hemat'. yang awalnya denger rumor begitu kuping gue panas, tapi gue tahan. lama-lama rumornya bukannya hilang malah makin jadi. segala gue di cap cewe matre. perlu gue tekankan, coba sebutin barang apa aja yang udah gue minta? kalo gak ada, tolong dicabut kata-kata itu dan bersihkan nama gue! saat itu gue bersih kukuh berkata seperti itu. gue berharap dia mampu memberikan keterangan tentang rumor yang menjamur. tapi apa? dia lebih milih menggantung hubungan kita dan diam. seiring berjalannya waktu, gue sadar itu gak baik. dan gue sadar kalo hubungan gue dan 'paket hemat' udah gak sehat. udah dibakar, disiram pula pake minyak tanah. terus?
yaaa, gue memilih untuk mengakhiri hubungan gue dengan dia. tapi gue berharap dia yang memutuskan hubungan ini. jauh sesudah gue pisah sama dia, tepatnya malam ini, gue mendengar rumor itu kembali, semakin parah. ternyata dia bener-bener jauh lebih buruk dari yang gue pikirkan. dia (paket hemat) sempat berucap begini, "apa yang gak gue dapet di tamy (gue), bisa gue dapatkan di ****". maaf sensor, soalnya itu nama orang. ini adalah mantan gue yang paling terburuk. note: sorry, gue bukan cewe murahan yang bisa seenaknya lo sentuh. gue mahal! awalnya gue pikir dia dewasa, penyabar, rajin ibadah, gigih. kenyataannya? semua terbalik. dia mempermainkan gue. untuk itu gue dan teman menyusun strategi untuk 'nge-gap' dia bersama si **** di kost-annya ****. sependengar gue, dia lebih baj*ngan dibanding apapun. gak usah pasang tampang malaikat didepan gue dan nyokap! cukup mencanangkan. dan speechless kalo emang itu realitanya. s-e-k-i-a-n.