Moving on..

Orang sih gampang aja bilang, "lo harus moving on lah, jangan begini-begini terus". Tapi lo akan bilang susah kalau ternyata posisi "lo harus moving on ada di lo". Rumus aljabar aja nggak bisa nyelesain masalah kaya gini. Masalah hati nggak punya rumusnya, neng. Percaya atau nggak, yang penting itu lo harus usaha dulu, usaha untuk menimbulkan niat didalam hati. Itu namanya proses, nah proses ada didalam kata-kata 'moving on' itu. Selamat untuk anda yang bisa, saya sih belum bisa mencapai itu. Titik 0-100 gue di posisi 15 kayanya. Usaha ada, melakukannya itu yang 'agak' susah hahahahaha. Sampai kapan, tam? Yaaa, sampai ada seseorang yang bisa membuat gue melayang, jingkrak-jingkrak, bugee jumping, apalah! Skip. Yang kita bahas bukan mengenai 'status' lagi. Kalau itu, readers, gue yakin udah pada bosen kan? Yang gue maksud 'moving on' disini adalah cara atau gaya hidup gue. Nggak boleh lah gue berkutat melulu di depan leti. Yang HARUS itu adalah gue harus mencari biaya untuk perawatan Bang Jims (motor gue), by the way gue kangen sama si Starlight (mobil gue yang entah lah ada dimana sekarang), oh iya lagi-lagi bukan itu yang bakalan dibahas. Jadi apaan yang mau dibahas? ENTAH! Jangan banyak tanya, gue aja lagi bingung kenapa gue bisa nulis beginian. Apa yang mau dibaca? Apa yang mau di pamerin? NIHIL! Jadi pada intinya adalah gue masih bingung tentang apa itu 'moving on'.. Mau jawab? Boleh. Anggap aja lo nolong orang buta mau nyebrang, how? Asik lah! Thanks buat yang mau menyimpulkan 2 kata itu 'M-O-V-I-N-G O-N'.