nyokap selalu ngajarin gue, setiap masalah punya jalan keluar dan Tuhan gak akan pernah memberikan cobaan kepada kaum-Nya diluar batas kemampuan kita. gue percaya sama kata-kata itu. anggap aja lagi UAN iman deh. gue sebenernya udah nggak gak tau lagi where's the truth and where's the fake. dimata gue keduanya sama, mungkin ada bedanya, tapi gue gak tau dimana perbedaannya. semua terasa nyata. nyata antara palsu dan benar. gue cuma bisa berdoa sama Tuhan supaya masalah ini selesai secepatnya. kepala gue mau pecah rasanya. gue merasa saat ini gue bener-bener di titik 0 (0-100). bener-bener ada di titik minimum. tau kan rasanya? ini lebih susah daripada nyelesain soal-soal UN, lebih susah daripada UAS, lebih susah daripada rumus matematika, lebih susah daripada menahan sakit karena luka bakar, lebih sakit daripada pecahnya jerawat di pipi, bener-bener susah. gue udah mau naikin bendera putih, tapi temen gue bilang "semangat mong, Allah kan memberikan cobaan gak pernah diatas kemampuan kita, pasti bisalaaaaaaaah!". setidaknya itu menjadi sebuah tamparan buat gue, bahwa pada dasarnya setiap orang merasakan masalah yang sama atau bahkan lebih berat dari gue. mereka aja bisa, masa iya gue gak bisa? dad, I know you saw me from above. meskipun ayah gak bisa saya peluk, tapi saya yakin ayah selalu mengawasi saya dalam setiap hari-hari saya. saya gak akan mengecewakan ayah, saya akan membuat ayah dan ibu bangga, itu pasti :)